LATAR BELAKANG


Sejak dahulu Pemerintah Indonesia menghadapi masalah dalam komunikasi penanganan kebencanaan didaerah-daerah yang terpencil, mulai dari menggunakan perangkat radio komunikasi hingga pemanfaatan komunikasi digital dengan memanfaatkan Celular Phone.


Pemerintah memerlukan peran aktif masyarakat untuk membantu penyampaian informasi situasi supaya dapat segera mengantisipasi mencegah, menanggulangi dan/atau menangani situasi darurat baik itu darurat kebencanaan ataupun darurat keamanan.


Pemerintah dalam rangka membawa peran Masyarakat sering memanfaatkan dua organisasi radio yang resmi di Indonesia (RAPI dan ORARI) untuk membantu memantau seluruh situasi dalam kondisi darurat, diharapkan kedua organisasi ini dapat menyampaikan berita situasi terkini yang dapat diterima oleh seluruh personnel Tim Penanggulangan darurat kebencanaan/keamanan terkait dan diharapkan dapat diterima oleh seluruh masyarakat untuk antisipasi muncul keadaan darurat yang lebih besar.


Untuk Komunikasi massa dalam menghadapi situasi darurat kebencanaan dan keamanan ini pemerintah dan kedua organisasi radio Indonesia sudah mengeluarkan anggaran yang sangat besar, namun hasilnya tidak maksimal, karena memerlukan fasilitas dan peralatan yang dapat melayani komunikasi yang cukup mahal dan memerlukan biaya perawatan yang tinggi, dan lagi hanya terbatas dikalangan petugas dan anggota organisasi radio yang aktif saja, tidak menyentuh seluruh Masyarakat yang ada di area darurat tersebut.


Untuk mengatasi kendala komunikasi dan memperluas lingkup masyarakat yang dapat membantu pemerintah diperlukan sistem komunikasi massif untuk dapat digunakan oleh seluruh personnel pemerintah sekaligus dapat digunakan seluruh lapisan Masyarakat dalam keadaan darurat.


DMRID (Jaringan DMR Indonesia) melalui K2PI (Komunitas Komunikasi Portabel Indonesia) mendedikasikan teknologi dan sistem komunikasi yang dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan seluruh personnel pemerintah dengan sistem identifikasi pengguna komunikasi yang tersusun dan sudah meliputi identifikasi daerah-daerah di seluruh Indonesia.


Penggunaan peralatan Komunikasi dengan sistem ini tidak memerlukan peralatan khusus yang mahal seperti perangkat stasiun radio (RIG) atau RPU yang rawan terkena petir atau hujan angin, karena sistem komunikasi jaringan DMR Indonesia selain dapat menggunakan peralatan Radio Komunikasi konvensional dalam keadaan darurat dapat menggunakan peralatan yang ada seperti Cellular Phone (Handphone) Android, Laptop atau PC yang saling terhubung dengan jaringan radio konvensional yang sudah sering digunakan.




Catatan Penting


Untuk Non Callsigner Amatir dilarang menggunakan Perangkat HT DIGITAL MOBILE RADIO, Silakan menggunakan HP, PC atau POC ketika anda QSO (10.25) di talkgroup-talkgroup Non Amatir pada Jaringan DMR Indonesia (DMRID Network)



PT. Digital Mobile Radio Indonesia (DMRID)™
Copyright©2024 All rights reserved